*** "Gimana, Mi? Bisa?" Dengan posisi badan yang condong, pertanyaan tersebut Arjuna lontarkan pada Ardina. Berbeda dengan Sherina yang sedang berdebat dengan Mariska, di kediamannya, Arjuna justru sedang meminta bantuan sang mami untuk menghubungi Andini. Merasa hal tersebut adalah cara yang jitu, Arjuna berharap bisa berbicara dengan Andini lewat ponsel sang mama, karena jika berkaca pada kejadian beberapa waktu ke belakang, Ardina seharusnya berhasil membuat Andini melembut. "Bentar ih, baru kesambung teleponnya." "Nyambung?" tanya Arjuna. "Nyambung, tapi belum dijawab. Sabar oke?" Tanpa membuka mulut, Arjuna mengangguk sebagai jawaban, hingga tidak berselang lama Ardina buka suara—membuat seulas senyum di bibirnya terukir. "Halo, Andini. Selamat malam," sapa Ardina pada Andini

