*** Mariska merasa dijebak. Namun, karena sudah di depan Arjuna, dia tidak bisa menghindar apalagi pergi, sehingga meskipun cukup kesal pada calon menantunya itu, dia memutuskan untuk duduk. Tidak langsung mengobrol, Mariska juga memesan minuman terlebih dahulu, dan di tengah kegiatannya menunggu pesanan, dia buka suara. "Jadi apa yang mau kamu obrolin?" tanyanya. "Semalam kamu bilang mau ngobrol, kan, sama Tante? Oh ya, kamu sama Andini sedekat itu ya sampai-sampai dia mempersilakan kamu buat pegang hpnya? Ah, atau jangan-jangan kalian emang lagi tukeran hp? Kamu pegang hpnya Andini, sementara Andini pegang hp kamu? Iya?" Arjuna tersenyum. "Aku sebenarnya enggak ngerti kenapa pikiran Tante ke aku sama Andini bisa sejauh itu," ucapnya. "Apa interaksi aku sama dia ada yang berlebihan di

