*** Mendapat panggilan ketika hampir melajukan mobil, Arjuna melanjutkan niatnya pergi ke rumah sakit. Bukan orang lain, beberapa waktu lalu yang menghubunginya adalah Andini. Tidak tanpa tujuan, Andini menelepon untuk meminta Arjuna datang ke rumah sakit. Ketika ditanya alasan, perempuan itu tidak memberi jawaban sehingga Arjuna pun memilih untuk langsung mengiakan permintaan istri mendiang Patra tersebut. Menempuh perjalanan selama empat puluh menit dari kantor, Arjuna sampai pukul satu siang di rumah sakit. Bergegas menuju kamar rawat Andini, dia memutuskan untuk membuka pintu tanpa mengetuk dulu sebelumnya. "Selamat siang," sapa Arjuna—membuat sang penghuni kamar rawat menoleh dari bednya. "Siang," sapa Andini singkat. Arjuna tersenyum tipis. Dia yang semula hanya menyembulkan se

