*** "Itu aja sih, Pak, yang mau saya sampaikan. Maaf ya sebelumnya, karena saya mengganggu waktu Bapak. Saya kasihan soalnya sama Andini." Setelah bercerita panjang lebar, ucapan tersebut dilontarkan Teh Susi yang menghubungi Arjuna beberapa menit lalu. Tidak duduk di depan Sherina yang siang ini makan siang bersamanya, Arjuna kini ada di bagian lain restoran, karena memang ketika mendapat telepon dari Teh Susi, dia memilih untuk menepi sebentar dari kekasihnya itu. "Teh Susi enggak mengganggu sama sekali," ucap Arjuna. "Terima kasih ya infonya. Masalah ini pasti akan saya tangani." "Baik, Pak. Selamat siang kalau begitu." "Siang." Telepon berakhir. Menurunkan ponsel dari samping telinga, dia menghela napas kasar dengan perasaan bingung. Mendapat laporan tentang sang calon mertua y

