29

1906 Words

"Kau sedang sibuk?" "Tidak. Masuklah." Valerie tidak akan mengulur waktu untuk bertahan di ambang pintu. Saat dia memeriksa ruang kerja yang temaram dan menarik napas. "Seseorang baru saja pergi ke kamarku dan bilang bahwa dirinya perancang gaun pengantin. Aku pikir, aku tidak punya hak untuk mengurus diriku sendiri." Liam menengadah dari buku di atas meja. "Kenapa tidak? Kau punya kesempatan untuk memilih apa yang pantas untukmu." "Kau tidak bilang itu sebelumnya. Dan aku tidak tahu. Pada dasarnya, hanya ada kesalahan komunikasi." Valerie meraih tempat untuk duduk, memainkan jam pasir di atas meja Liam. "Tapi aku tidak memilih gaunnya. Aku bingung. Pusing melihat model yang hampir mirip satu sama lain." Valerie bisa mendengar pria itu mendengus pelan. "Aku tidak mau ambil pusing. Ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD