khawatir vs Bahagia

1303 Words

Damar tak sekalipun berhenti mondar mandir ida sedari tadi. Nova sudah pusing memikirkannya di tambah lagi dengan sikap Damar yang tak henti-hentinya menelpon seseorang sejak tadi, entah siapa itu yang Damar hubungi Nova benar-benar sudah memijat kepalanya. “Mas, bisa duduk nggak? Aku pusing liat mas dari tadi bolak balik terus.” Keluh Nova, ia susah memijat kepalanya. “Dek, mas tuh khawatir ma Vina, dia kabur atau di culik, secara kan mas dapet informasi kalo Vina melakukan transaksi penarikan uang tunai dengan nilai yang tidak sedikit dek, mas jadi berpikir apa dia kabur atau di culik.” Hussssttt “Istigfar mas, jangan ngomong gitu nggak baik, ucapan itu adalah doa. Kita berdoa aja semoga Vina baik-baik aja di luar.” Damar mengacak rambutnya kasar karena frustasi. “Gimana aku nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD