30 menit kemudian Alan sampai di sebuah gedung apartemen mewah yang berada di tengah pusat kota dengan berjalan sempoyongan Alan keluar dari dalam mobilnya dan memasuki lobby apartemen sambil meracau tak jelas,
Alan berjalan tak beraturan bahkan hampir terjatuh beberapa kali menuju lift, pria tampan itu merasa kepalanya sangat berat dan pandangan matanya kabur melihat keadaan Alan yang mabuk salah seorang petugas keamanan di tempat itu mencoba mengambil tindakan dengan membuat laporan ke bagian manajemen gedung dan menceritakan tentang kondisi Alan yang mulai kacau berbicara sendiri di depan pintu lift yang tak kunjung terbuka.
Alan terlihat berantakan sehingga tingkahnya menarik perhatian beberapa penghuni apartemen yang kebetulan baru pulang, begitu juga dengan Armela yang ikut terpaku sejenak memperhatikan tingkah laku Alan yang diluar sewajarnya, ketika Armela sedang fokus tiba tiba petugas keamanan menghampirinya.
" Hai sedang apa kamu disitu ? " tegur petugas keamanan yang dari papan namanya bertuliskan pak Mugiono, berjalan kearah Alan.
" Hai kamu sini' tolong bantu saya antara tuan ini ke apartemennya " pinta pak Mugiono pada Armela yang masih berada di tempatnya.
" Ah' tapi pak saya masih banyak pekerjaan di belakang ? " tolak Armela halus padahal yang sebenarnya dia sedikit malas bila harus mengurus orang mabuk, repot.
" Kamu kan yang bertugas malam ini kan ? jadi sudah tugas kamu membantu saya' kamu harus mengikuti tuan Alan siapa tahu ada muntahan ataupun air ludahnya yang berceceran mengerti ! " jawab petugas keamanan kepada Armela dengan nada sedikit ngegas.
" Kalau kamu masih saja menolak tengok aja aku laporin ke management bahwa kerja kamu nggak becus ! " ancam pak Mugiono sekali lagi pada Armela.
" Ih bapak nyebelin banget sih, baru juga segitu aja minta tolong' apa nggak tahu kalau aku belum siap untuk bersih bersih di belakang " keluh Armela kesal.
" Itu nanti saja setelah ini selesai' cepat kesini bantu saya " pinta pak Mugiono pada Armela untuk membantunya memapah tubuh Alan yang sudah mulai tak sadarkan diri.
Armela akhirnya datang menghampiri pak Mugiono yang sudah berdiri di depan lift dan segera membantu pria tua itu memapah tubuh Alan untuk masuk kedalam lift sesaat setelah pintu terbuka,
* ih ya ampun ini mulut apa got sih bau banget * gerutunya dalam hari Armela dikala Alan bersandar pada pundaknya.
Armela berusaha untuk menepis kepala Alan yang bersandar kepada-nya beberapa kali namun gagal sehingga menarik perhatian pak Mugiono untuk mengkritik dirinya lagi.
" Ribet banget sih kamu, cuma bau sedikit saja ......... tahan kenapa ? " cibir pak Mugiono sehingga membuat Armela gerah.
" Tahan tahan emang bapak pikir enak' baunya ini lho bikin perutku mau muntah tahu..... lagian kenapa sih orang kaya suka mabuk ?"
" Itu karena mereka banyak duit' kalau mereka nggak mabuk kamu nggak ada kerja disini " cela pak Mugiono lagi.
" Sialan " umpat Armela kesal sembari memasang wajah jelek pada pak Mugiono.
Satu menit kemudian mereka sudah sampai di lantai tempat tinggal Alan, terus mereka berdua dengan bersusah payah membawa tubuh Alan yang sudah lunglai masuk ke dalam apartemennya,
" Mau di taruh dimana dia pak ? berat ni '
capek aku " keluh Armela.
" Kita bawa aja ke dalam kamarnya, ..... " jawab pak Mugiono kemudian mengarahkan Armela untuk memapah tubuh Alan yang berat untuk masuk ke dalam kamar tidurnya, mereka langsung membaringkan tubuh Alan diatas kasur.
" Huh ! ....... capek juga ya' badannya ternyata berat juga ' iya....... " mengambil nafas.
" Heran minum berapa botol sih ni orang sampai badan badannya bau minuman semua' bikin perutku mual ih ....... " ejek Armela sembari menatap kearah Alan yang tak sadarkan diri.
" Dua puluh botol kali " ledek pak Mugiono " ayo kita pergi sepertinya aman terkendali " ajak pak Mugiono pada Armela untuk keluar dari dalam apartemennya Alan.
" Iya ....... Alhamdulillah, aku haus banget " jawab Armela senang dan hendak beranjak pergi dari tempat itu namun langkahnya tertahan karena tiba tiba,
" uek ! uek !!!!!! ah, uek ..... "
Suara muntahan dari mulut Alan terdengar kencang di belakang mereka " sial ! " umpat Armela kesal saat melihat ke belakang dan benar saja sebuah kubangan cairan berlendir dengan bau tak sedap sudah membanjiri lantai dan sebagian tempat tidur Alan,
" Eh ! ..... Armela menarik nafas berat sembari memandang kearah pak Mugiono,
" Maaf ya sayang kalau itu bapak tidak bisa bantu _ kamu kerjakan sendiri ya' ledek pak Mugiono sehingga membuat Armela makin kesal dan jengkel pada pria tua ini.
" Males ah' ini bukan bagian saya pak ! kalau kebersihan di dalam apartemen itu hak pribadi pemilik sedangkan saya _ "
" Emang kamu siapa ? " sela pak Mugiono " kamu itu cuma cleaning servis disini jadi nggak usah banyak gaya' tinggal di bersihkan saja kan sudah beres ! "
" Besok biar saya bilang sama bos Jono sama pak Alan kalau kamu sudah melakukan pekerjaan tambahan semalam jadi biar mereka ngasih kamu uang tips, gitu aja kok repot " omel pak Mugiono pada Armela yang masih enggan untuk membersihkan apartemen tuan Alan.
" Ih males banget aku' baunya itu lho..... " keluh Armela.
" Sudah cepet bersihkan dari pada kamu nyiyir nggak jelas " perintah pak Mugiono pada Armela kemudian berjalan keluar dari dalam apartemen mewah milik tuan Alan meninggalkan Armela sendirian yang masih jengah untuk bekerja.
Akhirnya * eh nasib nasib baru mau bersyukur tak ada muntahan diluar eh ..... malah di kasih kubangan di dalam udah bau banget lagi ! *
* makan apa sih ini orang ....... sudahlah' percuma mengeluh memang sudah takdir orang rendahan harus rela menggosok lantai orang lain hari hari *
Armela berhenti menggerutu kemudian segera mengambil peralatan kebersihan di ruang penyimpanan yang Alan punya lalu mulai membersihkan kotoran tersebut .
Armela meskipun gondok tapi dia tetap melaksanakan tugasnya dengan baik, rapi, bersih dan teliti. Armela mengepel lantai itu dan tak lupa menyemprotkan pewangi dan pengharum ruangan otomatis,
Kemudian setelah urusan lantai selesai Armela pindah mengerjakan tugasnya menyasar kebagian tempat tidur Alan yang kator karena terkena muntahan tadi, dengan bersusah payah gadis manis itu berusaha memindahkan tubuh Alan ke sisi sebelah yang bersih dan menarik bad cover serta seprai yang kotor lalu memasukkannya kedalam keranjang cucian kotor.
Jam sudah menunjukkan pukul 3.30 wib pagi, keringat lelah sudah bercucuran dari kening Armela setelah dia selesai merapikan kembali tempat tidur Alan, tarikan nafasnya terdengar begitu berat rasa lelah dan juga mengantuk mulai membayang di sudut matanya yang merah.
Armela memijit sejenak pundaknya dan urat lehernya yang menegang meski harus bekerja keras dan terkadang begadang karena sif kerjanya yang mengharuskannya untuk bertugas di malam hari.
Armela hanya bisa pasrah dan terus bekerja sepenuh hati meski berat kadang Armela rasakan tapi hanya ini satu satunya pekerjaan yang dia punya sebagai penopang utama hidupnya yang melarat, bapak ibunya cuma petani di kampung.
Tak ada harta yang bisa Armela andalkan bahkan untuk meneruskan kuliahnya saja dia tak sanggup hingga harus putus di tengah jalan, lagi pula menjadi petugas cleaning servis di tempat ini Armela sudah bersyukur Gaji yang dia dapatkan disini lumayan tinggi bila dibandingkan dengan tempat lain dan juga tidak selamanya dia masuk malam terus, mereka akan bertukar jadwal setiap dua Minggu sekali dengan karyawan lainnya.
* Jadi ayo semangat !!!! *
..
" Apa orang kaya kelakuannya begini' semuanya sama " berusaha memindahkan tubuh Alan ke sisi tengah tempat tidur,
" Kalau tidak main cewek ya ...... mabuk, menyedihkan sekali setiap hari nyari uang susah susah cuma buat minum apa enaknya coba minum alkohol kalau ujung ujungnya di buang juga di atas lantai' ih ....... bau_ nafasnya_ ya ampun !! "
Armela mengomel seorang diri di dalam apartemen itu, sembari merapikan kembali peralatan kebersihan yang dia pakai.
Entah suara Armela yang dari tadi terus menerus mengoceh sendiri terlalu keras atau memang tuan Alan ada dorongan hasrat untuk kencing tiba-tiba dia bangun, lalu berjalan sempoyongan ke arah toilet dan tanpa menutup pintu kamar mandi tuan Alan langsung saja kencing sehingga membuat Armela heran.
Dia berdiri terpaku tak bisa berkata-kata mungkin tuan Alan tidak sadar kalau ada seorang gadis di kamarnya yang sudah dari tadi lelah bekerja berjibaku mati-matian membersihkan bekas muntahannya sendirian.
" Ah !!!! " terdengar suara lega keluar dari mulut tuan Alan saat bebannya berhasil ia keluarkan dengan sempurna, saat tuan Alan berjalan masih terlihat sempoyongan dan pandangannya juga kabur ketika dirinya mencoba keluar dari dalam kamar mandi.
Namun langkah Alan terhenti saat melihat sosok Armela yang berada di kamarnya dan sudah dari tadi hanya diam mematung memandangi tingkah lakunya yang konyol.
Tiba-tiba Alan bertanya " siapa kamu ?" dengan suara pelan pada Armela sembari mengusap matanya beberapa kali agar lebih jelas pandangannya pada Armela " apa aku mengenalmu ? " tanya Alan lagi lalu mencoba duduk di sisi tempat tidurnya karena saat ini pria tampan itu merasakan kepalanya begitu sakit.
Mendengar pertanyaan dari tuan Alan Armela hanya diam, gadis itu terlihat bingung dan juga takut untuk menjawabnya, dalam hatinya bergejolak apa yang harus dia katakan
* Emangnya kenapa kan wajar dia bertanya? ini kan lagi di tempatnya, ini rumahnya ? lagipula selama kerja di gedung ini aku memang belum pernah ketemu dengan tuan Alan sebelumnya jadi wajar kalau tuan Alan tanya siapa aku " * kata Armela dalam hati.
" kepalaku _ bisakah kamu tolong ambilkan aspirin dan air di dapur ? " pinta tuan Alan pada Armela sembari terus memegangi kepalanya yang makin keras berputar dan berdenyut denyut.
" Iya tuan_ baiklah, tunggu sebentar _ " jawab Armela gugup lalu segera berlari kearah dapur untuk mengambil aspirin dan air, kemudian segera memberikannya kepada tuan Alan yang masih duduk, terlihat memijat kepalanya di tepi tempat tidur.
" Ini tuan_ " memberikan obat
" Terima kasih, iya_ bisa kamu singkirkan itu ? " menunjuk ke arah ember yang penuh dengan kotoran, "baunya sangat tidak enak dan rasanya makin membuatku mual " kata tuan Alan
" Iyaa _ saya akan segera membawanya keluar, apa tuan perlu yang lain sebelum saya pergi ? "
" Kamu buang saja itu dulu kepalaku sakit mencium baunya sangat tidak enak ! " perintah tuan Alan.
" Baiklah permisi_ "
Armela membawa keluar ember kotor dan peralatan kebersihan dari dalam kamar tuan Alan lalu membawanya ke toilet dekat dapur lalu membersihkan semuanya di sana, setelah mengepel kembali kamar mandi itu dengan bersih dan mencuci tangan Armela sedikit memperagakan cara bicara tuan Alan sebelumnya.
" Tolong kamu singkirkan itu_ baunya sangat tidak enak _ perutku jadi mual o_ h, tolong _ " ejek Armela sembari memasang meme lucu pada wajahnya.
" Dasar tidak tahu malu sama kotoran sendiri jijik sementara minum mirasnya lanjut_ dasar lebay '' kata Armela.
Setelah mengeringkan tangannya Armela mengetuk pintu kamar tuan Alan untuk berpamitan,
" Tuan kalau sudah tidak ada yang diperlukan lagi saya permisi " kata Armela dari balik pintu kemudian beranjak pergi
" Tunggu ! " panggil tuan Alan dari balik pintu sehingga membuat Armela hanya bisa menahan nafas, bersabar .
* Alamat lembur duh_ nasib * keluh dalam hati.
" Masuklah ! tolong bantu _ aku .... oh God kepalaku ! " kata tuan Alan tidak jelas.
Armela masuk ke dalam kamar tuan Alan sekali lagi saat Armela masuk kedalam tuan Alan sudah bertelanjang dada tapi masih mengenakan celana panjangnya seketika Armela terkesima melihat tubuh atletis yang tuan Alan miliki dalam hatinya bergumam,
* Buset ! badannya bagus banget dan berotot bersih_ ya Tuhan nggak ada satupun di tatoo kulitnya pintar juga tuan muda yang satu ini merawat bodi mask *
* Andaikan aku punya pacar se- gagah, tampan, kaya, keren dan wa glowing seperti dia pasti sangat beruntung *
* Siapapun wanita yang menjadi pacar ataupun istrinya nanti pasti bangga bisa memiliki belahan jiwa yang benar benar idaman wanita banget, *
Armela hanya bisa menggigit bibirnya dan menelan ludah untuk mengalihkan perhatiannya pada tubuh tuan Alan yang atletis,
" Maaf tuan_ apa yang bisa saya bantu ?" tanya Armela pada Alan.
" Kemarilah_ aku tidak sengaja menjatuhkan ponselku di bawah, aku perlu menelpon dokter kepalaku sakit _ apa kamu mengerti ?" kata tuan Alan.
" Iya tuan saya akan mengambilkannya untuk anda " kata Armela lalu berjalan mendekat kearah tempat tidur.
" Thanks_ setelah ini ada tips untukmu " kata Alan,
Armela hanya diam saja tidak menanggapi perkataan tuan Alan, gadis itu tanpa ragu ataupun curiga langsung bersujud di tepi tempat tidur untuk melihat letak ponsel tuan Alan yang terjatuh,
Setelah memeriksa sejenak akhirnya Armela berhasil melihat ponsel tuan Alan di bawah tempat tidur karena letaknya sedikit jauh akhirnya gadis itu sedikit meninggikan pantat yang bohai saat berusaha mengambilnya,
Ternyata diluar dugaan keadaan tubuh Armela yang dengan posisi menggoda dihadapan tuan Alan membuat pria tampan itu sedikit terangsang, awalnya tuan Alan berusaha untuk mengabaikannya akan tetapi bisikan setan menariknya untuk lebih memperhatikan hal-hal kecil yang Armela lakukan,
Apalagi saat Armela merubah posisi bodi belakangnya semakin tinggi hingga short pendek yang dia kenakan sedikit terlihat makin membuat pandangan mata tuan Alan berubah.
Pria itu duduk bersimpuh di belakang tubuh Armela, masih ada sedikit keraguan dihatinya kala tangannya hendak memegang bodi belakang Armela namun paha putih mulus di balik short pendek yang Armela kenakan seakan akan memanggil untuk di belai sehingga membuat tuan Alan blank.......