Ahhhhh !!!!!! Armela mengumpat kesal sepanjang sejarah dalam hidupnya gadis itu belum pernah mendapatkan nasib sial secara bersamaan seperti ini,
dia berhenti sejenak untuk mengambil nafas panjang sembari melihat sekeliling
" Ah sepi sekali disini oh ya tuhan mungkin aku sudah gila, seharusnya aku tidak menuruti permintaan pria gila itu ! jadi tidak mungkin aku terlantar di tengah jalan seperti ini,"
" Lagi pula kenapa juga ojek yang aku tumpangi telo pakai ban bocor segala lagi, apa masih jauh ya perasaan sudah dekat tapi kenapa nggak sampai sampai juga "
" Ah, kakiku pegal .......... sudah lah berhenti merengek salah sendiri kenapa jadi wanita begitu lemah, iya andai saja aku bisa lebih kuat pasti saat ini aku di sedang tidur nyenyak dan masih_... "
Seketika Armela merasa sedih air matanya mengambang di sudut, dia merasa lelah dan juga khawatir kalau niat balas dendamnya hanya akan berakhir sia sia, gadis itu tidak cukup kuat dan juga sebenarnya dia tidak memiliki keberanian apapun untuk melawan tuan Alan.
Gadis itu menangis meski demikian dia masih tetap melanjutkan langkah kakinya menuju M KTV untuk bertemu dengan tuan Alan, pria yang menghancurkan kesuciannya dan berjanji akan bertanggung jawab,
Sungguh ironis memang apa masih ada kebahagiaan nantinya saat Armela menjadi istri tuan Alan? apakah pria tampan itu sungguh bertanggung jawab pada Armela ataukah gadis itu hanya sekedar penghibur tempat tidurnya saja.
#### M KTV ########
" Hai Alan ..... apa maksudmu dengan menikah ? apa kamu siap memanggil seseorang wanita dengan istri ? " tanya Roni bersemangat.
" Iya ..... "
" Apa ! kamu serius? " jawab Roni tak percaya akan apa yang barusan dia dengar .
" Menikah? what the f**k! ........ memangnya kamu mau menikah dengan siapa ? apa aku mengenalnya ? "
" Tidak ..... "
" Tidak, lalu_ Oh ya apa kamu dijodohkan? benarkan? "
" Aku baru mengenalnya tiga hari yang lalu dan rencananya lusa aku akan bertemu orang tuanya sebelum menikah "
" Tiga hari ? go the hell ! are you sure? ..... apa obatmu sudah habis ?" bantah Rudi masih tidak percaya akan ucapan Alan.
" Kenapa apa kamu tidak yakin kalau aku akan menikah? " tanya tuan Alan pada sahabat baiknya itu.
" Ya, ........ bagaimana bisa kamu memutuskan menikah dengan gadis yang baru kamu temui, apa kamu tidak takut dia hanya akan memanfaatkan uangmu saja " jawab Roni mencoba memberi nasehat pada sahabat baiknya itu.
" Tidak masalah,.......... bukankah selama ini wanita yang dekat denganku hanya ingin uangku saja "
" Iya aku tahu tapi hubunganmu cuma main-main dengan mereka tidak sampai menikah atau jangan-jangan kamu putus asa karena terus didesak oleh keluargamu ? "
" Tidak, ...... aku memang ingin menikah dan lagi aku masih ingin bermain-main dengan wanita ini untuk beberapa waktu kedepannya "
" Main main kenapa tidak kau jadikan saja dia pacarmu kenapa harus menikah? "
" Dia berbeda Roni ..., "
" How ? aku tidak percaya kau pasti sudah jatuh cinta dengannya ? "
" Tutup mulutmu!!! ........ "
" Oh akhirnya sahabatku jatuh cinta juga ha ha ha !!!! " ejek Roni.
" Sial kenapa dia lama sekali ? ( melihat ke arah jam tangannya beberapa kali) wanita ini kenapa selalu saja membuatku kesal " gumam tuan Alan.
" Sabar,....... sebentar lagi juga dia datang. kamu sendiri aneh menyuruhnya datang ke sini tengah malam begini mungkin dia kesusahan mencari kendaraan untuk ke sini '"
" Seharusnya kamu tadi menjemputnya jika kau memang ingin mengenalkannya padaku , "
* lihat saja aku akan memberinya pelajaran jika dalam waktu 5 menit dia belum juga datang " gerutu tuan Alan dalam hati
" Kamu kesal seperti ini seperti bukan dirimu ? biasanya kau selalu mengabaikan para wanita yang mendekatimu tapi kenapa kau begitu gelisah ' apa ada yang beda dari gadis ini ? " selidik Roni.
" Kamu akan tahu setelah melihatnya "
" Aku jadi penasaran seperti apa sifat wanita yang sampai bisa membuatmu gelisah seperti ini he hehe he he " Roni terus meledek tuan Alan yang sembari tadi memeriksa jam tangannya.
Di luar M KTV
Armela akhirnya sampai di depan M KTV sebelum masuk gadis itu mengelap keringat dan sedikit merapikan riasan wajahnya yang telah memudar hal itu sengaja dia lakukan untuk menutupi sedikit bekas hitam yang belum sepenuhnya hilang,
Dia tidak mau menjadi bahan perbincangan orang asing apa bila bekas luka lebam diwajahnya terlihat,
* Itu sangat menyakiti perasaannya*
Gadis itu masuk kedalam meski ini baru pertama kalinya dia masuk ke sebuah klub malam tapi Armela berusaha untuk tenang lalu menghubungi tuan Alan,
" Aku sudah sampai kamu ada dimana ?"
" Kenapa lama sekali ! ini lebih dari 30 menit ! " jawab tuan Alan marah.
" Aku tanya kamu ada di mana ?! " tanya Armela sekali lagi dengan kesal.
" Di atas " jawab pria itu singkat.
Sementara di tempat tuan Alan Rudi merasa curiga melihat sahabatnya terlihat kesal.
" Kamu kenapa ? apa wanita yang kamu undang tidak datang? "
" Bukan,...... dia_ "
" Hai " sapa Armela pelan pada kedua pria yang sedang duduk dihadapannya.
" Tuan Alan maaf, ....... aku terlambat" kata Armela sembari mengatur nafasnya yang memburu dan terlihat kelelahan.
" Aku paling benci dengan wanita yang merepotkan " jawab tuan Alan cuek bin judes pada Armela.
* Dasar Pria ini *
" Oh hai apa kamu ? ...... Alan dia ? " jawab Rudi.
" Sudahlah, duduk disini ! " perintah tuan Alan jutek.
" Aku sudah minta maaf ! lagi pula tuan sendiri yang tidak punya hati ! "
" Aku sudah bersusah payah datang kemari sampai harus berlari karena ojek yang aku naiki ban motornya bocor dan kau masih juga menyalahkan aku dasar kau laki-laki kejam dan tidak berperasaan !! " maki Armela
Amarah gadis itu segera melonjak naik melihat sikap tuan Alan yang benar-benar menyebalkan, apakah memang sifat asli dari tuan Alan adalah seperti itu ataukah dia memang pria yang kejam yang maunya menang sendiri, Armela merasa menyesal karena telah memutuskan untuk berhubungan dengan pria seperti ini seumur hidupnya nanti.
" Kamu seharusnya naik taksi ' .... bilang saja itu cuma alasan bohong yang sengaja kamu karang untuk menutupi niatan dirimu datang ke sini ya kan ?! "
" Dan juga kenapa kamu berpakaian seperti ini ' Apa kamu sengaja ingin menarik perhatian orang ramai ?"
" Apa ? "
" Aku tahu, ...... aku tahu agar mereka berpikir bahwa aku sosok pria yang kejam dan juga tak tahu aturan yang memaksa gadis baik-baik untuk datang ke tempat seperti ini ?"
" Kamu memang gadis licik, ....... ternyata aku salah menganggap remeh dirimu. "
" Dasar brengsek apa di matamu aku begitu picik ! aku ...... ini itu untuk menutup_ ah sudah lah ! " jawab Armela kesal sendiri akan sikap tuan Alan yang selalu over thinking.
* Ucapannya yang langsung melemparkan tuduhan kepadaku karena aku datang ke tempat ini dengan memakai jilbab membuat hatiku sakit dan juga kecewa karena ternyata selama ini aku tidak pernah ada baik di matanya.
* Aku sadar hubungan kami hanya baru bersama empat hari, aku mengenalnya dengan awal perkenalan yang buruk tapi aku tidak pernah menyangka kalau pandangannya terhadap diriku akan sejelek ini.**
Armela mencoba menenangkan dirinya gadis itu berusaha sekuat mungkin untuk menahan perasaannya yang saat ini begitu sakit dan juga tidak nyaman dengan situasi saat ini.
" Hai Alan kamu jangan keterlaluan seperti itu,"
" Ucapanmu itu begitu kejam, kenapa kamu bicara begitu pada calon istrimu sendiri, mungkin saja yang dia katakan itu benar, "
" Kakak ipar maafkan Alan ya dia itu memang orang yang emosian dan tidak boleh tersinggung oh ya aku Roni teman baik Alan " sela Roni untuk mendinginkan suasana antara Alan dan Armela.
Armela tersenyum kaku sebelum berkata " Aku minta maaf padamu Roni karena kamu harus melihat pertengkaran kami yang kekanak-kanakan "
" Tidak apa-apa kakak ipar, aku sudah biasa ini bukan pertama kalinya Alan memperlakukan wanita dengan buruk." sindir Roni.
" Apa maksudnya kamu bicara seperti itu pada Armela kamu mau cari mati ya ! "
" Alan, ...... aku cuma bercanda. tunggu' ..... apa kamu kesal ? " tanya Roni bingung.
" Ah sudahlah lupakan!........ hai Armela ! duduk disini " pinta tuan Alan pada Armela sembari menunjuk sebuah kursi kosong di sampingnya.
Gadis itu tak menjawab namun tuan Alan tahu kalau Armela merasa canggung dan juga kurang nyaman tapi pria berhati batu mengabaikannya seraya berkata beberapa cibiran,
" Sampai kapan kamu mau berdiri terus apa tidak capek, atau jangan jangan kamu memang ingin terlihat menonjol "
Armela tidak merespon dengan malas gadis itu merebahkan tubuhnya di kursi, sembari memijit kakinya yang terasa pegal dan kaku .
" Kakak ipar kamu mau minum apa biar aku pesankan untukmu " tanya Roni berbaik hati.
" terima kasih, aku air mineral saja "
" Air mineral ? apa kamu tidak mau mencoba sesuatu yang lain, misalnya...... "
" Oh, tidak ...... ''
" Bagaimana dengan softdrink ? " tanya Roni sekali lagi.
" Tidak, ...... aku habis berlari jauh saat ini kondisi paru paru dan limpa ku sangat panas kalau aku minum alkohol ataupun softdrink itu akan membuatku cepat mati "
" Apa disini tidak ada air mineral ? " tanya Armela menegaskan.
" Ada, aku cuma heran saja sama kakak yang begitu polos dan jujur. itu sedikit lain "
jawab Roni kikuk.
" Lain ? ....... "
" Mungkin dia pikir kamu hanya pura pura polos dan lugu " tambah tuan Alan menimpali percakapan mereka berdua.
" Aku tidak bisa memaksa seseorang untuk menyukai diriku karena mereka bebas menilai seperti apa aku ini " jawab Armela seraya melirik kearah tuan Alan tajam.
" Maaf kakak ipar,....... kalau begitu aku akan segera mengambilkan air untukmu " jawab Roni canggung.
" Oh Roni ,....... yang dingin kalau boleh airnya " pinta Armela
" Ya' ....... baiklah "
" Terima kasih "
Selepas kepergian Roni dari tempat kami duduk untuk mengambilkan air kami berdua hanya diam saja sepertinya tidak ada cerita menarik yang ingin kami bahas saat ini, begitu canggung.
Untuk menghindari perasaan grogi pada tuan Alan Armela hanya bisa melemparkan matanya melihat ke sekeliling tempat ini yang tidak begitu ramai pengunjung.
" Ada apa dengan mu kenapa kamu diam saja ? " tanya tuan Alan memecah keheningan diantara mereka.
" Tidak ada, ..... aku sedang tidak berminat berdebat denganmu. makanya aku diam " jawab Armela jutek lalu gadis itu mengambil beberapa lembar tisu dan mulai membersihkan noda keringat di seluruh wajahnya.
Samar namun terlihat jelas sedikit bekas luka lebam di sudut pipi dan bibirnya meski begitu tuan Alan hanya bersikap acuh pura pura tidak melihat.
" Hm ! ...... itu karena yang aku katakan itu benar makanya kamu tidak punya alasan untuk menjawabnya."
" Kamu cukup berani mengatasi ketakutan pada dirimu sendiri dengan terus berada di dekatku, aku yakin pasti sangat sulit iyakan ? " ejek tuan Alan.
* Pria ini apa maunya yang sebenarnya kenapa dia ingin membuatku marah *
Kata kata pria berhati batu itu sedikit membuat Armela merasa geram tapi gadis itu berusaha menyakinkan dirinya sendiri harus bersabar demi balas dendam.
Armela tersenyum tipis kearah tuan Alan kemudian berkata " jadi ini tujuan tuan meminta ku ke sini hanya untuk menjadi bahan olok-olok mu saja "
" Oh aku pikir ada yang lain, ..... apa hari ini kamu merasa kesepian atau jangan jangan kamu rindu padaku, sehingga butuh hiburan murahan seperti ini. "
" What ! aku rindu padamu ? ...... "
" Iya. jika tidak kamu tidak akan begitu kesal !"
" Itu karena kamu datang terlambat ! dan aku tidak suka. "
" Apa kamu tahu kenapa aku terlambat, karena aku terpaksa naik ojek untuk datang ke sini karena uang yang aku punya cuma tinggal rp50.000 dan apa itu salahku kalau ternyata ojeknya bermasalah di tengah jalan ! .''
" Dan satu lagi aku bukan wanita licik seperti yang kamu kira, ..... aku berpakaian seperti ini karena aku menghormati dirimu ! "
" Mungkin kamu pikir gaya berpakaian ku kampungan saat di luar karena aku berdandan seperti seorang pembantu tapi semua kulakukan untuk menjaga kehormatanmu ."
" Sebagai wanita muslimah yang sudah dewasa wajib baginya untuk menjaga auratnya di dunia luar apalagi untuk wanita yang akan menikah . "
" Aku tidak mau mempermalukan mu tapi jika gaya berpakaian ini buat kamu kesal aku tidak bisa memaksamu, satu hal yang pasti suka atau tidak aku akan berdandan seperti ini saat di luar untuk menjauhkan pandangan jahat oleh orang lain. "
" Aku tidak mau disebut wanita binal oleh orang lain tapi aku akan menjadi wanita binal bahkan sangat tidak tahu malu di hadapan kamu setelah kita menjadi suami istri nanti, "
" Itu jika kamu tidak berubah pikiran " jawab gadis polos itu panjang lebar mengenai alasan yang sebenarnya kepada tuan Alan, meski dia tahu akan sulit pria berhati batu itu menerimanya tapi Armela masih berharap kalau tuan Alan akan percaya pada dirinya.
" Tadi kamu bilang uangmu cuma 50 rb ? "
" Iya, ....... aku tiga hari tidak berangkat kerja karena kamu ! ...... lalu darimana aku dapat uang ? "
" Bukanya kamu menerima gaji setiap bulan ? "
" Kamu pikir gaji cleaning servis di tempat itu besar, aku cuma mendapat 3,7 setiap akhir bulan ! sementara ini masih lama "
" Dan juga karena perbuatan, ....... gila kamu,...... aku harus kehilangan uang tips tambahan karena tidak bekerja ! "
" Karena itu bagaimana aku mau naik taksi uang aja tinggal 50 rb " tutur Armela lantang dan apa adanya tentang kondisi kehidupannya saat ini.
Gadis itu tidak berpikir jauh kalau tuan Alan akan mengira dia sengaja bercerita seperti ini untuk menarik simpati dan belas kasihan dari pria kaya terhadap kehidupannya yang malang.
Di sisi lain tuan Alan berpikir * gadis ini, ..... apa dia sengaja bercerita seperti ini? pura pura lemah dan miskin agar aku simpati ? tapi tunggu ! *
* Apa itu alasannya dia meminta uang tunjangan sebesar itu padaku ? menarik, ....... ok jika memang wanita ini ingin bermain main aku ikut kita lihat saja bagaimana aku membalas kamu nanti *