___ Aku yang tertawa bersamamu bukan sedang baik saja – saja, kamu tahu? Aku hanya berusaha membuatmu mengerti, caraku berjuang ketika tak ada lagi harapan.___ " Ar_ Rahman." Adelia masih menatap wajah Dimas di sebelah, sedang melantunkan ayat suci melalui aplikasi Al-Qur'an di handphone. Malam ini Dimas memang pulang larut malam, sesuai yang di pesankannya pada Ratih. " Kok belum tidur?" Dimas masih fokus pada layar handphone. Adelia justru mengusik jerawat yang bertengger di bawah bibir Dimas. Lelaki ini berkulit putih bersih, wajahnya mulus tanpa bekas jerawat padahal tidak pernah menyentuh sejenis perawatan di klinik.Aroma tubuh yang harum dan selalu membuat hidung Adelia tidak pernah bosan menciumnya jika berdekatan dengan Dimas, terbukti malamnya selalu dilalui begitu cepat tanpa

