- Cukup, saya saja yang merasakan betapa tidak enaknya di abaikan, kamu jangan.- Dimas Zidan - OKE!- Adelia pertiwi Adelia menyingsingkan celana, menyusul Dimas yang sibuk bekerja di sawah. Tanpa alasan, ia menyusul. Sembari menunggu waktu pulang ke kota, tidak salah memberi asupan mata dengan hamparan - hamparan padi yang menguning. Adelia takjub, merasakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan. Benar - benar pemandangan yang harus diabadikan. Ia tersenyum tipis, menghampiri Dimas di gubuk sawah. Sibuk mengusir burung - burung yang ingin memakan padi. " Hai." Sapanya cukup manis Dimas," pemandangannya indah sekali, saya suka." Dimas tersenyum." Untuk apa menyusul, cuaca di sini panas sekali, Adelia. Kulit kamu bisa rusak." Ia terkekeh, bibirnya tampak mengerucut." Tidak ada salahnya,

