Happy Reading ^_^ *** Christopher memperhatikan tanpa bisa mencegah saat sang istri memilih naik taksi untuk ke apartemen sahabatnya alih-alih naik mobil bersamanya saja. Christopher terluka--tentu saja. Tapi pada titik ini dia tidak bisa melakukan apa pun selain pasrah. Ya, pasrah. Entah sudah berapa kali Chrystal menyakitinya dengan kalimat penolakannya. Meski dia memaklumi penyebab semua penolakan itu, tapi terkadang dia pun mempertanyakan setidak pantas itukah untuk dirinya mendapatkan kesempatan kedua? Mengabaikan seluruh perasaannya, Christopher mengambil ponsel yang ada di saku celananya. Dia menghubungi seseorang yang akan dia tugaskan untuk melindungi Chrystal selama tidak ada dirinya di sisi wanita itu. Ya, setelah dipikir-pikir untuk sementara dia tidak akan mengganggu Chryst

