Bab 102

3060 Words

Bagaksara Pagi-pagi sekali, aku dibangunkan dengan aroma masakan. Ketika melihat ke arah jam dinding, segera aku bangkit, dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudu, lalu melakukan salat. Aku tidak heran ketika melihat Vania tidak ada di sampingku, sepertinya aroma lezat ini berasal dari makanan yang dimasaknya. "Menurut Om, kali ini Mama sama Papa bakal berjauhan lagi enggak, ya?" Langkahku langsung terhenti ketika mendengar pertanyaan dari anak kecil itu. "Sepertinya kali ini tidak akan, karena Papa sangat menyayangi Azka." Leo menjawab dengan benar. "Aku takut mereka kembali berpisah, Om. Meski aku tahu hal itu tidak mungkin lagi terjadi, tapi tetap saja ketakutan ini menghantuiku." Azka berucap pelan. "Tidak, Sayang. Kali ini aku tidak akan pernah meninggalkan kamu terombang-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD