Di sebuah jalan raya yang sunyi dan dingin itu, aku dan Yusuf berhenti sejenak untuk mengecek roda depan motor. Kami agak sedikit terburu-buru karena mengejar waktu menuju rumah sakit. Di rumah sakit sudah ada Aga yang menunggu dan pasien yang dibawanya 2 hari yang lalu. Kami tiba di sana sekitar jam 8 malam. Aga keluar menemui kami dengan raut wajah yang lesu. Dia menandakan bahwa si pasien sepertinya tidak ada reaksi apa-apa. Si pasien pria ini yang mempunyai dua orang anak yang masih kecil-kecil baru saja ditinggalkan oleh isterinya tercinta yang meninggal karena sakit parah. Ibu si pasien sangat tidak menyangka dengan keadaan anaknya yang sekarang. Karena waktunya begitu cepat. Dia pulang dari kerjanya ke kampung hanya untuk mengobati batinnya yang selalu terganggu dengan kehilangan is

