Part 29

2048 Words

 “Apa keputusanmu tetap sama?” tanya Vian saat mengantarkan Melisa sampai di rumahnya. Meski sudah mengetahui perasaan masing-masing tapi Melisa tetap kukuh mempertahankan rencana pernikahannya. Bukan karena cinta melainkan balas budi karena kebaikan pria itu. Vian kesal tapi ia tidak bisa memaksa Melisa. Gadis itu memiliki hak untuk memilih kebahagiaannya sendiri.“Ini cara saya untuk membalas kebaikannya. Saya tidak bisa membatalkannya.” Vian mengacak rambutnya frustrasi, andai saja ia bisa lebih cepat bersama Melisa mungkin yang akan menikah kali ini adalah Vian dan Melisa bukan  Melisa dan pria lain. Tapi takdir berkata lain, Vian hanya bisa menyaksikan gadis yang disukainya berdampingan dengan pria lain.“Saya masuk dulu,” kata Melisa membuat Vian tersadar dari pikirannya. Pintu itu ter

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD