Ruang rapat kecil di lantai enam Maheswara Group dipenuhi aroma kopi hangat dan suara lembut pendingin ruangan. Pukul delapan tepat, semua anggota tim sudah duduk rapi dengan berkas di hadapan mereka. Raden Ayu duduk di sebelah kanan Raden Arya, sedikit menunduk, mencatat poin-poin rapat. Rendra berada di sisi lain, siap mempresentasikan data. Di ujung meja—tenang, rapi, dan penuh wibawa—duduk Linggarjati Emir Tanumaja. Setelan abu-abu lembut, kemeja putih, rambut hitam yang disisir rapi. Tatapannya fokus pada dokumen, tapi sesekali melirik singkat pada Ayu, memastikan ia baik-baik saja. Ayu merasakan lirikan itu tapi tetap menjaga ekspresi lurus. Profesional. Seolah beberapa hari lalu mereka bukan dua orang yang pulang bersama di bawah hujan. Raden Arya mengetuk meja pelan. “Baik, mar

