Bimbang

1731 Words

Suasana ruang milik CEO itu terasa tegang. Meja persegi panjang dari kayu jati dipenuhi berkas kerja sama, laporan keuangan, dan draft kontrak dengan perusahaan dari Sumatra. Di meja ini, Raden Arya duduk tegak dengan wajah serius, sementara di sisi kirinya berdiri Raden Ayu—membacakan poin-poin revisi dengan nada datar namun tegas. Beberapa hari Raden Ayu mampu mengimbangi cara kerja suaminya yang termasuk serba cepat. Raden Arya pun juga bisa membawa Ayu dalam ritme yang dia ciptakan. Tak ada kesalahan selama jabatan skretaris yang beberapa hari ini dia emban. Ternyata tak buruk untuk menuruti perintah sang Eyang. “Poin ketiga ini tidak masuk akal,” ujar Arya, menatap tajam lembaran di tangannya. “Kita tidak bisa memberikan hak distribusi sebesar itu. Risiko terlalu besar.” Raden Ayu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD