Begitu pintu kedatangan terbuka, suasana Bandara Internasional Yogyakarta yang semula riuh mendadak terasa menyempit bagi mereka. Di depan sana keluarga sudah menunggu kedatangan mereka. Berjarak sehari setelah keberangkatan kemarin. “Paman Arya!” “Bibi Widia!” Damar dan Kayra lepas dari genggaman Rajas nyaris bersamaan. Dua tubuh kecil itu berlari—dengan kelucuan sebagaimana mestinya bocah berumur tiga tahun—langsung menerjang sepasang sosok yang sudah menunggu dengan senyum lebar sejak tadi. Raden Arya bahkan belum sempat membuka kedua lengannya sepenuhnya ketika Damar sudah memeluk pahanya, sementara Kayra memeluk Widia dengan penuh tenaga kecilnya. “Ya Allah… ini kangen gimana heh, keponakan Paman semakin berat saja ini." tawa Arya pecah, tawa rendah yang hangat saat didengar.
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


