pagi yang cerah

402 Words
Pagi yang cerah dengan cahaya mentari yang menyinari kamar yang masuk dari celah-celah jendelanya, seorang perempuan yang cantik nan anggun masih terlelap diatas tempat tidurnya yang begitu mewah. Seakan saat itu mengajak dirinya bergerak. seseorang mengetuk pintu kamarnya "Non ayok bangun, sarapan dulu!!!" tidak ada sahutan. "Maaf Nyonya sepertinya Nona belum bangun, saya pamit ke dapur dulu Nyonya" izin perempuan tersebut salah satu ART dirumahnya. "Baik bik, saya saja yang membangunkan Sheila". sahut seorang perempuan paruh baya tersebut yang tak kalah cantik dengan anak gadis kesayangannya, siapa lagi kalo bukan permaisuri alias Mama tercintanya Sheila. Mama memasuki kamarku, beliau membukakan jendela yang menghambat masuknya cahaya terang di pagi hari dan hembusan angin yang membelai alam. "sayang bangun!!! sudah pagi ayok kita sarapan" ajak perempuan paruh baya tersebut sambil mengecup singkat pundak kepala Sheila. "hmmm iya Ma", Sheila menghempaskan selimut nya dan segera menuju kamar mandi. "Jangan lama-lama ya sayang mama tunggu dibawah". "iya Maaa......" teriak Sheila dari kamar mandi. setelah beberapa menit akhirnya Sheila keluar dari dalam kamar mandi, dan dia segera mengganti baju dan bergegas turun kebawah untuk sarapan bersama. "pagi ma, pa" sapa Sheila tersenyum ramah "pagi sayang!!! ayok sini kita sarapan dulu". ajar papa Surya keluarga kecil itupun melakukan rutinitas sehari-hari yaitu sarapan *** Ditempat lain.... Brak Shivin memukul meja kerja nya dengan sangat keras. "Jika tidak bisa berkerja lebih baik kau resign dari kantor ini!!!" bentak Shivin kepada asisten pribadi nya. "ma... maaf pak, tapi apa kesalahan saya?" tanya gadis itu dengan suara bergetar. "kau baca sendiri!!" sambil melemparkan sebuah berkas ke wajah gadis itu. "ma..... maaf pak, saya akan memperbaikinya". ujar wanita itu dengan suara penuh ketakutan. "tidak perlu, kau dipecat!!!!! pergi dari hadapan ku !!! jangan pernah menginjakkan kaki di kantor ini lagi" tegas Shivin sambil menunjuk pintu ruangannya "tidak pak!!! saya mohon jangan pecat saya, saya mohon pak!!!" ucap gadis itu sambil mengatupkan kedua tangan didepan wajahnya. "keluar dari ruangan ku!!! rasanya sia-sia aku membayar mu, pekerjaan mu saja tidak becus". bentak Shivin. dengan suara lantang. ''pak, saya mohon jangan pecat saya!!!!" ucap gadis itu dengan wajah memelas. "KELUAR!!!!!!!" teriak Shivin dengan suara yang menggelegar ditelinga gadis itu membuat gadis dihadapannya tersentak. dengan terpaksa gadis itu keluar dari ruangan dengan air mata yang bercucuran. setelah kepergian gadis itu, Shivin kembali duduk di kursi kerjanya sambil memasang raut wajah kesalnya. Dasar tidak berguna bisanya hanya menangis, jika tidak bisa bekerja untuk apa dia berada di sini
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD