Pagi ini, Ellen terbangun dengan perasaan yang sedikit resah. Entah apa yang tengah ia pikirkan, tetapi … ada satu hal yang cukup mengganggu pikirannya. Mata Ellen menyusuri ruang kamar yang saat ini menjadi tempat dirinya beristirahat. Sunyi … sepi, tidak ada seorang pun di sana. “Kenapa aku ada di sini?” gumam Ellen. Ceklek … Saat terdengar suara pintu kamar terbuka, ke dua mata Ellen langsung tertuju ke sana. Senyum Ellen mengambang kala tahu siapa yang datang. “Oli … kau datang.” “Sayang … maaf, aku baru saja dari ruang dokter. Apa kau baik-baik saja?” tanya Oliver memastikan. “Ya, aku baik-baik saja.” “Aku membawakanmu makanan, kau harus makan agar cepat pulih,” ujar Oliver dengan meletakkan bungkusan makanan di atas meja. “Oli, tubuhku terasa lemas.” “Sayang … apa yang sedan

