SENA Gue nggak pernah melihat Kiara sejak hari itu. Menerima kenyataan bahwa seseorang yang pernah sangat mencintai lo berubah haluan menjadi benar-benar membenci lo, ternyata nggak semudah yang gue kira. Bukan. Gue bahkan nggak mengira bahwa pada akhirnya gue akan bergulat dengan perasaan semacam ini. Hampir dua bulan berlalu sejak berita kecelakaan itu. Dan kalau ada orang paling nggak pantas untuk melihat senyum dan keceriaan Kiara setelah kesembuhannya, itu gue. Gue yang memberinya setangkai bunga, tapi disertai sengat di ujungnya. Gue yang saat mendapat kabar bahwa dia akan terbang ke Shanghai malam ini, buru-buru menyusulnya ke bandara. Gue mencoba menghubunginya berkali-kali. Berharap bisa meminta waktunya semenit untuk bicara. Berharap melihat w

