ROMEO Damai. Itulah suasana pernikahan gue. Nggak ada puluhan bahkan ratusan tamu undangan, nggak ada ketering mewah, nggak ada karangan bunga dan ucapan selamat dari para kolega, apalagi artis ternama untuk mengisi acara. Mungkin nggak pernah ada dalam kamus keluarga Syadiran, kalau salah satu anggotanya bakal menyelenggarakan pernikahan sesederhana ini. Tapi gue nggak peduli. Yang gue pedulikan cuma satu. Pengantin gue. Istri gue. Separuh hidup gue yang akhirnya gue temukan. Persetan dengan bahasa gue yang sok romantis. You know .., even a lion king’s trying to be soft as a butterfly if he meet his love. Apapun itu, lupakan soal singa nggak penting tadi. Biarin gue mencermati tiap satuan terkecil dari istri gue. Rambutnya ditata indah

