BAB 27

458 Words

KHAYANA             “Na …, sayang?”             Aku mendengar suara itu samar-samar. Namun, aku tidak bisa menemukan sosoknya dalam gelap. Yang tampak di depan mataku justru Teno dengan ikat pinggang yang hendak ia ikatkan terhadapku.             Perlahan, suara itu semakin jelas. Namun tangisku makin menjadi karena aku tidak bisa menemukannya. Sementara Teno semakin mendekat. Aku berteriak. Dan seketika seluruhnya sirna oleh cahaya.             Pandanganku menyapu sekeliling dan mendapati Romeo di sampingku. Aku meraih tangannya. Memastikan bahwa aku tidak sendiri.             “Aku …, aku mimpi buruk.” Aku berhasil bicara.             “Aku ambilin minum, ya?”             Aku buru-buru menggeleng. “Jangan! Kamu di sini aja, please.”             Romeo tampak ragu, meski akhirnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD