20

1224 Words

Seseorang yang jiwanya terganggu memang sangat sulit ditebak emosinya. • • • "Ck," Nael berdecak gemas. Ia baru ingat kalau gadisnya yang satu ini memang sungguh kelewat polos. "Gimana kalau nanti malam kita kencan?" "Ehmm―" "Nay," Belum selesai Naya berdeham, ayahnya memanggil dari arah dapur. Syukurlah ia jadi memiliki alasan untuk menunda jawaban atas tawaran itu. "Sebentar, ya, Kak. Ayah manggil aku," izinnya pada Nael, sebelum ia bergegas ke dapur, menghampiri sumber suara. "Iya, Yah, ada apa?" "Suster Diana tadi telepon, katanya Bunda nggak mau makan. Kamu ke sana, ya. Biasanya Bunda mau kalau kamu yang suapi." Yes! Gue jadi ada alasan buat nolak ajakannya Kak Nael! seru batin Naya, namun kepuasan tampak jelas melalui garis ekspresinya. Naya bukan tidak mau kencan sama Nael

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD