30

1330 Words

Jangan pernah tinggalkan gue, sekalipun bila suatu saat gue minta lo untuk meninggalkan gue. • • • Suasana hening. Nael sama sekali tidak menggubris ucapan Naya. Cowok dengan kornea mata cokelat itu malah melamun, sibuk berkutat dengan isi kepalanya sendiri. "Kak?" panggil Naya. Perlahan tapi pasti, tangan Naya terjulur ingin meraih tangan Nael. Namun tak lama Naya justru tersentak, saat tiba-tiba Nael dengan gerakan refleks menjauhkan tangan dari jangkauannya. "Permisi," Dengan sebuah nampan yang di atasnya tersedia makan malam Nael, seorang perempuan berseragam suster datang menginterupsi kesenyapan yang sedang berlangsung. "ini makanan Mas Nael, ini obatnya," lantunnya dengan begitu sopan seraya meletakkan sepaket kebutuhan pasiennya beserta dengan nampannya di atas nakas Nael. "T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD