"Lepas, Mas!" "Gak!" "Kenapa, sih?" "Nyaman gini kok mau dilepas sih?" rengek Selim. Untuk pertama kalinya, Alara melihat seorang dosen merajuk di hadapannya. Dalam hati ia bertanya, ke mana sosok Selim yang angkuh, arogan, dan tak suka dibantah itu? Tentu saja Alara tercengang melihat seorang Selim Rayyanka bersikap kekanak-kanakan seperti itu. Alara masih berusaha melepas genggaman erat di telapak tangannya saat Selim mulai mengemudi. "Mas, please!" "Alara, please!" Alara menyerah dan tetap membiarkan Selim berbuat sesuka hatinya. Gadis itu enggan menatap Selim yang mencuri pandang sambil menyetir. "Jangan berekspresi seperti itu di depan pria lain!" "Kenapa?" tanya Alara. Penasaran, tetapi matanya enggan menatap ke arah penanya. "Karena kecantikanmu meningkat berkali-kali lip

