31. Bertengkar Hebat

1334 Words

Alara dan Vino menghela napas lega. Tugas-tugas mereka sudah selesai malam itu juga. Alara terlihat menguap beberapa kali. Ia pun mengambil posisi nyaman di atas karpet, yaitu berbaring sembari memejamkan mata. Vino yang melihat Alara sangat lelah tersenyum. Vino membereskan buku-buku dan alat tulis milik Alara. Setelah rapi, ia menoleh ke arah Alara yang kini tertidur pulas lalu melihat jam di ponselnya. Matanya membulat seketika karena ternyata sudah pukul 00.30. Ia memang sudah berpesan pada ibunya bahwa ia akan menemani Alara di rumah sakit sambil mengerjakan tugas. Sang ibu yang memang sudah tahu banyak tentang Alara pun memberikan izin. Vino ikut berbaring di sisi Alara. Tangan kanannya mengelus kepala gadis itu. "Dalam posisi gimana pun, kamu tetap cantik, ya!" lirih Vino. "Sayan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD