"Maaf, Pak. Saya ingin minta izin untuk ke rumah sakit untuk menjenguk ibu saya. Saya janji akan pulang cepat." Pesan dari Alara yang masuk melalui w******p membuat Selim tertegun. Tak bisa ia pungkiri bahwa sebagian hatinya tak menerima perubahan sikap Alara saat ini. Jangankan melihat senyumnya, raut kesal gadis itu kini tak terlihat lagi. Hanya datar dan dingin. Alara kembali membentang jarak dengannya. Selim tersenyum miring. Tangannya mengepal kuat setelah membaca pesan dari Alara. Seketika ia melempar ponselnya ke tembok hingga layarnya pecah. Diam-diam ia mengikuti Alara jalan berdua dengan Vino menuju kantin. Ia bahkan sempat mendengar Alara dan Vino saling melempar candaan hingga mereka tertawa. Ia juga melihat bagaimana Alara diperlakukan begitu manis oleh Vino, tatapan Vino y

