"Kamu bisa, kan?" Seorang pria yang diperkirakan seusia dengannya itu mengangguk. "Kapan lagi aku berurusan denganmu? Apalagi kamu menjanjikan uang yang besar untukku," ujarnya. Wanita itu berjalan anggun lalu mengecup singkat bibir pria itu. "Kamu memang bisa aku andalkan," bisiknya. "Bagaimana dengan suamimu?" Wanita itu mendengus. "Aku sudah tak peduli lagi padanya. Biarkan saja dia merana karena cinta pertamanya sudah mati. Apalagi matinya di tangan orang lain." "Bukan karena campur tanganmu, Efsun?" selidik pria itu. "Bukan urusanmu kalau soal itu," jawab Efsun dingin. Pria itu terkekeh seraya merangkul pinggang wanita cantik itu lalu mengecup pipinya. "Buat aku senang malam ini! Setelah itu, kau akan mendapatkan apa yang kamu mau!" bisiknya. *** Efsun tersenyum puas begitu p

