Rara mengambil alih jas dan tas kerja Alex, melipatkan lengan kemeja sang suami tersebut hingga siku. "Capek, Sayang?" tanya Rara mengusap pipi Alex. "Enggak. Udah ilang liat kamu. Aku senang kamu ada pas aku mau berangkat dan pulang kerja. Makasih ya." Alex melingkarkan lengannya pada pinggang Rara, menyuruh wanita itu sedikit membungkuk, Alex mengecup pipi Rara dua kali. Rara mengangguk. Setelah berhasil menyelesaikan pendidikannya di universitas, Rara memutuskan fokus mengurus rumah saja, suami dan anaknya saja. Rara tidak ingin melakukan pekerjaan yang membuat dia lupa identitasnya sebagai seorang istri dan ibu. Alex juga sama sekali tidak keberatan dengan keputusan Rara, malah mendukung. "Rafa mana? Aku bawain dia tembak-tembakan besar kayak yang dia mau. Nggak sabar pengen liat

