Happy Reading. "Semua sudah siap?" Sean berujar setengah berbisik, sesekali matanya bergerak liar ke arah ranjang. "Kalau bukan karena kau sahabatku, sudah ku bunuh kau saat ini juga." balasan suara dari balik panggilan terdengar meninggi. "Aku tidak butuh retorika mu saat ini, yang ku inginkan hanya hasilnya." Sean dengan nada angkuh sama sekali tidak menanggapi kekesalan Dastan. "Semua berjalan sesuai rencana mu." balas Dastan singkat. "Kerja bagus. Kau memang bisa diandalkan. Tidak sia-sia aku memelihara mu selama ini." Sean berujar dengan nada ringan, sengaja semakin menabur bara di d**a Dastan. "Apa kau bilang! Kau pikir aku hewan peliharaan mu! Dasar gila! Kau memang...." Langsung saja Sean memutus panggilan secara sepihak, telinganya hampir meledak ketika Dastan berujar denga

