Diana P.O.V Hari ini adalah Sabtu. Hari libur. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian minggu, aku bisa bangun tanpa alarm dan menikmati pagi dengan tenang. Tapi ketenangan itu hanya bertahan beberapa menit sampai bel apartemenku berbunyi. Jam 06.50 pagi. Aku melirik jam dan mendesah. “Siapa yang sudah aktif begini di hari Sabtu?” Masih dengan piyama dan rambut acak-acakan, aku membuka pintu. Sosok Justin berdiri dengan jaket cokelat kasual dan jeans, lengkap dengan senyum lebarnya. Tapi kali ini dia tidak sendiri. Di sebelahnya ada seorang perempuan muda berambut panjang bergelombang, dengan hoodie abu-abu oversized dan sepatu sneakers pink yang cukup mencolok. “Good morning, sunshine,” sapa Justin santai. “Justin… serius? Ini masih jam tujuh,” keluhku setengah menguap. “Aku baw

