Diana P.O.V Pasar Mayestik siang itu ramai seperti biasa. Panas matahari terasa menyengat begitu kami keluar dari mobil Citra, tapi entah kenapa, semangat kami tetap menyala. Jasmine masih tertidur pulas di car seat saat aku perlahan melepaskannya dan menggendongnya dengan hati-hati, menempatkannya di gendongan depan. Nafas kecilnya yang tenang terasa di dadaku. Dia begitu damai, bahkan dalam hiruk-pikuk keramaian. “Ayo, kita mulai perburuan harta karunnya,” kata Elysa sambil mengikat rambutnya. Kami menyusuri gang-gang kecil menuju toko kain yang sudah direkomendasikan oleh Citra. Toko itu tampak seperti dunia lain. Begitu masuk, mataku langsung dimanjakan oleh lautan kain satin, silk, brokat, dan tulle dalam berbagai warna. Serius, ini seperti surga tersembunyi bagi siapa pun yang men

