Jubah Hitam

1241 Words

Diana P.O.V Jam menunjuk pukul 13.10 WIB ketika aku melangkah ke dalam ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Siang itu, matahari menggantung tinggi, tapi udara di dalam ruang sidang terasa dingin. Bukan karena suhu, melainkan ketegangan yang menggantung di udara. Aku mengenakan jubah advokat hitam lengkap, dengan dasi putih formal yang terjuntai rapi di balik kerah. Di sampingku, Aldi Fathurrahman, klienku yang tengah didakwa atas dugaan penggelapan aset perusahaan tempatnya bekerja duduk tenang, meski aku tahu kegugupan tersembunyi dalam sorot matanya. “Sidang perkara pidana nomor 1873/Pid.B/2025/PN.Jkt.Pst dinyatakan dibuka untuk umum,” suara Hakim Ketua, Bagus Wiranata, menggema seiring ketukan palu pertamanya. Wajahnya datar, tapi jelas penuh wibawa. Jaksa penuntut um

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD