Kecupan Hangat (Lagi)

1059 Words

Kiran tercengang saat suara bariton yang dikenali oleh indera pendengarannya. Sontak Kiran mengalihkan perhatian ke arah sumber suara. Kiran menautkan kedua alis saat melihat sang suami kini telah berdiri di samping Kiran yang sedang berdiri menatap langit malam yang tampak indah dengan sinar bulan dan bintang. “Pak Dave ada perlu apa ke sini? Kalau Pak Dave mau tidur Iya tinggal tidur saja dulu. Tidak usah menunggu Kiran,” ucap Kiran. Dave tersenyum tipis sembari menatap ke arah sang istri yang terlihat sangat cantik malam ini dengan rambut panjang yang tergerai indah saat tertiup oleh angin. Dave berjalan mendekat ke arah sang istri. Sontak jantung Kiran berdetak dengan tidak normal saat jarak antara dirinya dan sang suami hanya beberapa centimeter saja. “Pak Dave meu nga—” Kiran m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD