Saat ini, Bima berada di depan makam Denisa. Ia bergumam sendirian sambil meneteskan airmata. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Entah sudah berapa lama ia berada di sana sendirian, tanpa penerangan sedikitpun. Bima benar-benar kalut dalam kesedihan. Ia merasa bahwa semua orang menginginkannya untuk segera melupakan Denisa dan belajar mencintai Angel. Bima sangat tidak suka hal tersebut. Hatinya tidak menginginkan hal itu terjadi. Bima menghapus airmatanya, kemudian mengambil kotak cincin berbentuk hati yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Kotak tersebut dibuka, lalu Bima mengambil cincin yang sempat dipakai oleh Denisa. Cincin pertunangan yang selalu Bima simpan dengan baik. Bima menatap cincin itu dan kembali menggumam sendirian. Seolah ia menganggap Denisa akan mendengarkan

