Nadhifa pergi ke rumah sakit, sakit kepalanya kemarin tidak kunjung berhenti sehingga membuatnya tidak tidur selama tiga hari. Dia membatalkan semua kelasnya tiga hari berturut-turut karena kesulitan tidur. Malam itu, Azzam langsung pulang dan tidak bermalam di apartemen. Hal itu memudahkannya untuk menyembunyikan rasa sakit yang dia rasakan. Nadhifa menghela napas ketika sampai dan mendaftar di resepsionis. Membutuhkan waktu dua jam menunggu sampai dia di bawa masuk oleh seorang perawat. Di pertengahan jalan, dia melihat dua sosok yang sangat familiar. Nadhifa memperhatikan mereka baik-baik dan ternyata memang benar. Itu merupakan, Azzam dan Reina yang sedang mengantri untuk memeriksakan kehamilan. Dia melanjutkan perjalanan tanpa singgah untuk menyapa mereka. Nadhifa melihat ponseln

