Chapter 45 - Cry

1839 Words

Nadhifa sedang tertidur tiba-tiba merasa haus, dia langsung keluar setelah mengumpulkan kesadarannya. Nadhifa menyalakan lampu ketika melihat ruang tengah sangat gelap. Walaupun dia melihat tv menyala, Nadhifa tetap menyalakannya karena tidak ingin ada sosok yang tiba-tiba muncul dan membuatnya terkejut. Setibanya di dapur, Nadhifa melemaskan otot leher dan membasuh wajahnya. Dia berubah pikiran dan memilih untuk merebus air untuk membuat cokelat panas. Nadhifa membuka kulkas dan mencari cokelat lalu menaruhnya di gelas. Tiba-tiba dia terdengar mendengar suara isakan. Nadhifa mencari sebuah sosok yang mungkin sedang menangis tetapi tidak ada sama sekali makhluk tak kasat mata di sana. Nadhifa menyipitkan matanya lalu menyadari ada seseorang yagn sedang berbaring di sofa. “Loh,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD