Deeptalk With Best Friend

1091 Words

Anara dan Pricilla sudah selesai dalam membereskan dapur. Mereka membawa hasil olahan makanan ke kamar sembari menikmati hari yang masih saja mendung. Duduk di lantai kamar ditemani donat dan air teh panas, menghadap ke arah luar menikmati kegelapan yang mendukung untuk berbincang. Sebuah suasana yang cocok untuk mementingkan sebuah interaksi, daripada memainkan ponsel masing-masing. “Pris, membahas sesuatu, boleh?” tanya Anara sambil menikmati satu buah donat kering. Pricilla pun mengangguk. Pasalnya, dia juga ingin membicarakan sesuatu yang lebih bermanfaat daripada sekadar melamun menghabiskan waktu saja. “Boleh, memang mau bahas apa?” “Mau bahas antara kita,” jawabnya sembari tertawa tipis. “Pris, kenapa kita semakin menjauh?” lanjutnya. “Ntahlah, aku juga merasa bahwa kita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD