Pricilla telah siap dengan pakaian santainya. Setelah baju tidur yang belum diganti sejak semalam. Tepat pukul setengah tujuh, dia pergi meninggalkan rumah ke warung depan sesuai perintah ibunya. Matanya mencari-cari sesuatu yang ada di sana. Namun, dia tidak menemukan apa-apa, kecuali sebuah bangku kosong dan seorang wanita paruh baya menyiapkan menu dagangannya. "Bu, apakah Mama saya memesan sesuatu di sini?" tanya Pricilla dengan sopan sambil mendudukkan diri di bangku panjang terbuat dari kayu. Wanita paruh baya yang sering dipanggil dengan sebutan "Bu May" itu pun menghentikan aktivitasnya yang sedang mengaduk sayuran di dalam panci dengan api sedang. "Kalau ada pesanan, bisa langsung saya bawa. Kalau sudah selesai dimasak," sambung Pricilla memberikan senyuman paling manis.

