Dua Angka Terakhir

1057 Words

Keesokannya, mereka berkumpul di rumah Anara. Mereka duduk dengan tenang di ruang tamu. Begitu nyaman duduk lesehan ditemani semburat kuning dari langit yang berhasil masuk dari celah ventilasi. Waktu yang menunjukkan pukul setengah enam sore, membuat mereka bangun dari duduknya untuk beribadah terlebih dahulu. Meminta kelancaran agar masalah segera selesai sesuai dengan keinginan. Dua puluh menit, waktu yang mereka gunakan untuk bertemu dengan Tuhan. Setelah merasa puas menunaikan ibadah tiga rakaat, mereka kembali ke ruang tamu. “Sesuai kesepakatan, satu angka dari pemikiran dan satu lagi secara asal. Nah, kita mau bagaimana?” tanya Raynar sambil membuka tas ransel hitam miliknya. Pricilla duduk sembari mengambil satu buah jeruk yang ada di atas meja. Kebetulan, letak meja ada di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD