Beberapa hari kemudian, geng luoji telah duduk rapi di salah satu ruangan yang ada di sekolah. Karena nilai hasil uji coba yang selama ini dilakukan, ketujuh anggota geng luoji harus mengikuti tes kecerdasan yang dilakukan oleh sekolahan. “Aneh, ya, punya siswa cerdas, malah dicurigai. DIkira kita pakai dukun?” keluh Anara sambil memegang selembar kertas berisikan rekapan nilai selama uji coba. Tidak lama kemudian, guru BK masuk ke kelas dengan membawa satu tumpukan soal dan lembar jawaban. Dia berjalan mendekati meja guru dan duduk di sana dengan anggun, namun terlihat tegas. “Bu, maaf, kenapa kita disuruh tes?” tanya Anara masih bersikap sopan. “Pihak sekolah merasa ada yang aneh dengan kalian. Kecerdasan kalian terlihat sangat menonjol. Kalian kerjakan soal-soal yang ada di sini.

