“Pagi, Mbak. Maaf, di depan gang ada yang mencari Mbak Pricilla.” Seorang ibu yang baru saja selesai belanja sayuran di pagi itu cukup mengganggu Pricilla yang sedang menyapu halaman. Sepagi itu siapa yang mencarinya. Mau tidak mau, Pricilla berjalan menghampiri orang yang sudah menunggu di depan gang. Dia melihat seorang perempuan berdiri di depan mobil mewah. Bergaya angkuh dan sombong, perempuan itu membuka kacamatanya. Menatap Pricilla dengan tajam bak mafia menemukan targetnya. “Maaf, ada perlu apa dengan saya?” tanya Pricilla dengan nada bicara paling sopan. Bagaimanapun, dia tidak mengenal orang itu. Walaupun begitu, sudah kewajibannya sebagai manusia untuk saling menghargai. Tapi, perempuan itu malah berbuat sebaliknyaa. Kacamata hitam yang bertengger di kepala perempuan itu t

