Kapal Pecah

1130 Words

Pricilla menatap ke arah Agnetha untuk bernegosiasi. Saling tawar-menawar agar bisa mencapai mufakat dalam memilih menu makan malam nanti. Agnetha masih saja kekeh dengan sarannya. “Gak apa, buat saja seblak, tapi jangan pedas,” ujarnya masih pada pendiriannya. Anara pun hanya bisa tersenyum kecut mendengar si keras kepala. Anara melangkah mengambil kunci mobil, kemudian mengajak Pricilla agar segera pergi mencari bahan masakan. Agnetha yang sebelumnya masih sibuk dengan ponsel, tiba-tiba berdiri dan menyusul kedua temannya. Gadis itu juga meninggalkan ponsel di atas meja ruang tamu. “Kalian ini ribet. Bukannya sudah ada bakso, telur, dan sosis?” tanya Agnetha menggenggam ujung kemeja Anara dengan kuat. Anara mencoba melepaskan tangan Agnetha yang sudah membuat pakaiannya terlihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD