19

1317 Words

Haura tersenyum melihat Jeffrey yang baru memasuki kafe. Meskipun Jeffrey tidak membalas senyumannya, cukup dengan tidak menatapnya dingin, sudah sangat berarti untuk Haura. "Yongtae benar-benar tidak ada?" tanya Jeffrey, sesaat setelah ia tiba di depan Haura yang sedang mengelap meja bar. "Iya, dia kan juga kerja," balas Haura. Jeffrey tiba-tiba mengulurkan sebelah tangannya, dan menyeka keringat yang ada di kening Haura menggunakan punggung tangannya. "Kau kelelahan ya? Kalau lelah harusnya istirahat dulu," ucap Jeffrey. Haura tersipu, namun berusaha menutupinya. "Tidak kok, aku hanya sedikit kepanasan," "Kalau kepanasan, harusnya minta suhu ac-nya diturunkan. Pasti tidak nyaman kerjanya kalau kepanasan," "Ahh, sudahlah, aku tidak apa-apa kok. Kau duduk saja, kau mau minum apa?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD