Seorang gadis bergaun putih selutut, berlari menjauhi sebuah rumah sakit jiwa yang sudah menampung dirinya selama seminggu. Ia tidak gila, meskipun tidak sepenuhnya waras. Tapi pamannya dengan teganya meletakan ia di sana, lalu meninggalkannya begitu saja. Setelah merasa jaraknya dengan rumah sakit jiwa itu sudah menjauh, gadis itu pun memilih memelankan langkahnya. Ia menghela napas berat. Merasa lelah tidak hanya pada tenanganya yang terkuras cukup banyak untuk berlari, tapi juga pada pikiran dan perasaannya. Sekarang ia tidak tahu harus kemana. Dan akhirnya matanya tertuju pada ruko kosong yang ada di pinggir jalan. Ia berjalan ke sana, kemudian duduk di teras ruko tersebut. Mungkin bunuh diri adalah pilihan yang terbaik, hidupnya juga sudah tidak jelas sejak pertama kali ia lahir

