36

1591 Words

Haura banyak melamun, sampai tidak sadar Yongtae sedang menyodorkan potongan buah ke depan mulutnya. "Kau sedang memikirkan apa?" tanya Yongtae, yang membuat Haura tersadar dari lamunannya. Haura berkedip, kemudian menggelengkan kepalanya, sembari tersenyum kecil. "Ah, tidak, aku tidak apa-apa," gumam Haura. "Ayo makan buahnya, perutmu sudah kosong cukup lama," tutur Yongtae. Haura membuka mulutnya, dan akhirnya menerima suapan Yongtae. "Aku... mendengar semua yang kau katakan," perkataan Haura, sukses membuat Yongtae terkejut dan membatu. "Meskipun dalam keadaan tidak sadar, entah kenapa aku tetap mendengarnya, aku juga tidak tahu," gumam Haura. "Tapi aku lebih tidak tahu harus bereaksi bagaimana, mengetahui kau sengaja memprovokasiku agar membela diri dan berpisah dengan Jeffrey,"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD