37

1264 Words

 Cinta memang tak selamanya harus bersama. *** Ali berdiri, ia berjalan ke hadapan Aisyah. "Tapi ini demi anak kita," katanya sambil menatap Aisyah. "Aku mencintai kamu, dan juga anak yang dalam kandungan kamu. Aku akan menjadi seorang ayah, dan aku mau, kamu dan calon bayi kita berada di sisi aku," tambah Ali. Aisyah menghela nafasnya gusar. Ia tatap sosok pria tampan di hadapannya ini. Pria yang sangat kukuh ingin kembali padanya. Aisyah diam menatap pria itu sejenak. Tampak tak sabar pria itu menunggu balasan darinya. "Jangan mengatas namakan cinta, Ali. Kalau ujungnya kamu menduakan aku." Aisyah menegaskan. Menjadi nomor 2 tidaklah mudah dan Aisyah tak akan mampu. Menjadi yang pertama saja, rasa sakitnya sampai detik ini masih membekas dan membuat luka yang berujung perpisahan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD