Setelah lama di perjalanan karena macet. Akhirnya Ali sampai di cafe. Ia keluar mobil dan berjalan masuk ke dalam cafe yang pengunjungnya cukup ramai. Ali memutar bola matanya ke kiri dan kanan. Ia mencari keberadaan Aurel. Di area luar tampak tidak ada. Ali melangkah masuk lebih dalam. Cafe ini besar seperti restoran. Agak susah jadinya mencari keberadaan Aurel. Apalagi Aurel gak ngasih tahu dia duduk di meja nomor berapa. Dari arah jam 3, Ali melihat ada yang melambai ke arahnya. Seorang cewek cantik yang melempar senyuman juga. Ali mengenal wanita itu. Dia adalah Aurel. Ali tidak membalas lambaian cewek itu dan tidak juga senyum. Ia berjalan biasa saja mendekati Aurel dengan ekspresi datarnya. Ia sebenarnya gak mau pergi. Berat langkahnya ingin menemui Aurel. Jujur saja, Ali tidak te

