"Bang, teh pocinya dua ya." Ucap Senja pada penjual teh poci langganan mereka. "Yang manis ya Bang Su'ud, kayak akuuh." Goda Jingga seperti biasanya, dan alhasil jitakan ringan kembali meluncur untuk yang kesekian kalinya dikening gadis itu. Senja pun sudah melotot kearahnya. Dan Jingga? Seperti biasa, gadis itu hanya meringis. "Kok lama gak pernah kesini?" Tanya Bang Su'ud, seakan tidak peduli dengan percakapan kedua remaja didepannya. Lagi-lagi, sudah biasa. Apalagi kalau Jingga sudah menggodanya. "Hidupku tidak berwarna tanpa kalian." Tambah Bang Su'ud sok puitis, dan sok kehilangan mereka berdua. "Uuh, hidupku juga hambar karna lama tak bertemu denganmu, Bang." Balas Jingga. Salah kalau sedang berpuitis seperti itu didepan Jingga. Gadis itu malah akan berantusias. "Kemana saja kah

