"Jin," panggil Senja saat mereka sudah ada didalam taksi. "Hm?" Jingga mengendikkan alisnya kearah laki-laki itu. "Ada apa?" "Mending lo ikut gue aja kerumahnya Bintang." Saran Senja. "Nahlo, kenapa? Kan yang dibutuhin cuman lo. Kenapa gue ikut juga?" "Tadi Bintang w******p gue, kalo dia butuh gue..." "Naaah!" Sahut Jingga. "Bentar napa, dengerin dulu." Gerutu Senja. "Dia nyuruh gue kerumahnya, tapi dirumahnya gak ada siapa-siapa, mamanya lagi keluar kota. Gak mungkin gue dan Bintang dirumah itu berduaan kan?" "Jadi lo nyaranin gue untuk jadi obat nyamuk kalian berdua?" Gerutu Jingga. Padahal sebenarnya Jingga tidak mempermasalahkan itu, tapi masalahnya apa dia mampu melihat mereka berdua? "Emangnya gue bilang kayak gitu?" Balas Senja. "Mmm, enggak sih. Tapi gue gak bisa, sorry."

